Desa Silampayang Luncurkan Sistem Informasi Desa, Perkuat Akses Informasi Warga di Pesisir Teluk Tomini
-
Parigi Moutong, Sulawesi Tengah — Pemerintah Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar,
Kabupaten Parigi Moutong, resmi menghadirkan Sistem Informasi Desa
(SID) sebagai media layanan dan keterbukaan informasi bagi masyarakat.
Peluncuran SID ini dipimpin oleh Kepala Desa Silampayang, Haseng, Hi. Boho,
bersama jajaran perangkat desa termasuk Sekretaris Desa (Sekdes).
Desa Silampayang dikenal memiliki
posisi strategis karena berada di pesisir Teluk Tomini. Wilayahnya
menyimpan potensi besar, mulai dari sumber daya pesisir dan laut, hingga
pegunungan, dataran rendah, perkebunan, serta pertambakan.
Keberagaman potensi ini menjadi salah satu alasan pentingnya kanal informasi
desa yang rapi, cepat, dan mudah diakses.
Selain itu, letak geografis Desa
Silampayang berada tepat di lintasan Jalan Negara Trans Sulawesi, yang
menghubungkan empat provinsi di kawasan Sulawesi, yakni Sulawesi
Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Akses transportasi
yang ramai ini dinilai mendukung kebutuhan desa untuk memiliki sistem informasi
yang informatif dan representatif, baik bagi warga setempat maupun pihak luar
yang membutuhkan informasi desa.
Dari sisi sosial, penduduk Desa
Silampayang bersifat heterogen, terdiri dari berbagai latar belakang
suku seperti Bugis, Kaili Tajio, serta campuran Toraja,
Gorontalo, Jawa, dan lainnya. Melalui SID, pemerintah desa berharap
komunikasi dan penyebaran informasi bisa lebih merata, inklusif, dan mudah
dipahami semua kalangan.
SID Desa Silampayang akan menjadi media
informasi resmi yang memuat berbagai hal penting, seperti pengumuman desa,
program kegiatan, informasi layanan administrasi, agenda pembangunan, serta
berita dan dokumentasi kegiatan pemerintah desa. Kehadiran sistem ini juga
diharapkan memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan melalui akses
informasi yang lebih terbuka.
Dengan diluncurkannya SID,
Pemerintah Desa Silampayang menegaskan komitmen untuk membangun tata kelola
yang transparan, akuntabel, dan responsif, sekaligus menjadikan
informasi desa lebih dekat dengan masyarakat.
Parigi Moutong, Sulawesi Tengah — Pemerintah Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar,
Kabupaten Parigi Moutong, resmi menghadirkan Sistem Informasi Desa
(SID) sebagai media layanan dan keterbukaan informasi bagi masyarakat.
Peluncuran SID ini dipimpin oleh Kepala Desa Silampayang, Haseng, Hi. Boho,
bersama jajaran perangkat desa termasuk Sekretaris Desa (Sekdes).
Desa Silampayang dikenal memiliki
posisi strategis karena berada di pesisir Teluk Tomini. Wilayahnya
menyimpan potensi besar, mulai dari sumber daya pesisir dan laut, hingga
pegunungan, dataran rendah, perkebunan, serta pertambakan.
Keberagaman potensi ini menjadi salah satu alasan pentingnya kanal informasi
desa yang rapi, cepat, dan mudah diakses.
Selain itu, letak geografis Desa
Silampayang berada tepat di lintasan Jalan Negara Trans Sulawesi, yang
menghubungkan empat provinsi di kawasan Sulawesi, yakni Sulawesi
Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Akses transportasi
yang ramai ini dinilai mendukung kebutuhan desa untuk memiliki sistem informasi
yang informatif dan representatif, baik bagi warga setempat maupun pihak luar
yang membutuhkan informasi desa.
Dari sisi sosial, penduduk Desa
Silampayang bersifat heterogen, terdiri dari berbagai latar belakang
suku seperti Bugis, Kaili Tajio, serta campuran Toraja,
Gorontalo, Jawa, dan lainnya. Melalui SID, pemerintah desa berharap
komunikasi dan penyebaran informasi bisa lebih merata, inklusif, dan mudah
dipahami semua kalangan.
SID Desa Silampayang akan menjadi media
informasi resmi yang memuat berbagai hal penting, seperti pengumuman desa,
program kegiatan, informasi layanan administrasi, agenda pembangunan, serta
berita dan dokumentasi kegiatan pemerintah desa. Kehadiran sistem ini juga
diharapkan memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan melalui akses
informasi yang lebih terbuka.
Dengan diluncurkannya SID,
Pemerintah Desa Silampayang menegaskan komitmen untuk membangun tata kelola
yang transparan, akuntabel, dan responsif, sekaligus menjadikan
informasi desa lebih dekat dengan masyarakat.